Saturday, September 29, 2012

Beban booo

Aku sempat berjanji pada diriku sendiri...
Karena suatu masalah dan pengalaman..
Mungkin lebih baik aku single...
Ya, single..
Dengan single aku bisa berteman dengan siapa saja..
Dan aku bisa menjalani janjiku..
Kupikir aku bisa menjalaninya, ternyata dia datang...

Dia..
Ya, dia yang telah membantuku bangkit..
Memang kalau di logika, janjiku itu cukup tidak masuk akal..
Tidak akan pacaran sebelum lolos seleksi PTN dan UNAS 2014!

Tapi semua goyah karena dia..
Jika boleh jujur, aku ingin menemaninya..
Menghabiskan waktu bersama seperti dulu..
Keliling kota, cari makan, dll :D
Tapi tanpa ada ikatan resmi.

Kalau dia tahu apa pemikiranku, bagaimana aku?
Sendiri lagi?
Cukup dengan teman-temanku dan dia, aku merasa lebih dibutuhkan...
Kalau tidak ada dia? Aku juga tidak tahu.. Datar mungkin, atau tetap biasa saja..

Sebenarnya dia akan menjauh atau tetap, itu haknya..
Tapi jika boleh aku berharap, aku hanya ingin seperti ini..
Seperti saat dulu, sekarang dan besok :D
Tak berubah

Thursday, September 20, 2012

Enaknya bagaimana?

Kalau ada orang masalalu yang udah bilang sendiri gak mau ikut campur masalah kita, tiba-tiba hadir lagi dan nge-judge kamu hasil gosip dan perkiraan orang-orang?

Marah kah? Sebal kah? Biasa aja kah?

Aku pribadi sebel.
Sudah bagus menghilang..
Kenapa harus muncul lagi?!
Ikut campur masalah orang juga!
Aarrgghhh!!! Sialan!

Kalau kembali dengan niat baik loo aku gak masalah..
Ini malah datang main ngehakimin aja -_-

Sok tahu itu perlu, tapi kondisikan dengan apa yang kamu ketahui.

Saturday, September 15, 2012

Simple Mind

Saat kenyataan pahit melanda..
Dia datang..
Tidak, dia datang membawa kekesalan..
Tapi dia yang membuatku tersenyum selain mereka teman-temanku..

Pertama kali, dia ada dibelakangku..
Tepat di belakangku..
Jujur aku biasa saja..
Tapi dia yang pertama membuatku kesal pada hari pertamaku masuk sekolah..
Rasany pengen nguliti dia di tempat..
Lama-lama, candaannya sudah biasa..
Bahkan aku heran saat dia secara bertahap menjauh..
Loh? Apa salahku?

Tidak lama kembali normal sampai ada yang aneh kalau dekat-dekat dengan dia..
Malu..
1 kata yang bisa mendeskripsikan perasaanku..

Ada masalah baru..
Aku benci orang berlebihan..

Karena itu aku mendiami mereka-dia & temannya-karena berlebihan..
Kamis minggu lalu, aku diam tak berbicara pada dia..
Dia protes, "aku salah apa?"
Ku jawab, "enggak apa apa"

Di desak..
Seperti itu kondisiku hari Jum'at..
Aku bilang sejujurnya dan di balas sejujurnya..

Tak ada lagi tak bicara

 

Moody on your eyes Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea